Monday, 25 May 2009 01:21
Umat Katolik di bawah Paus justru memanfaatkan situs-situs jejaring sosial untuk kegiatan misi
Hidayatullah.com--Paus Benediktus XVI mulai memasuki dunia jejaring sosial internet, dengan membuat situs baru yang tersambung ke Facebook.
Situs itu memperbolehkan pengunjung untuk mengunduh aplikasi ke IPhone guna mengakses video dan berita audio mengenai Paus.
Seperti dilaporkan Duncan Kennedy dari Roma, ini merupakan langkah terbaru dari Paus untuk memanfaatkan internet bagi penyebaran pesan gereja.
Situs baru itu bernama Pope-2-You dan memiliki koneksi portal Facebook maupun IPhone.
Ini memungkinkan pengguna Facebook untuk melihat foto dan menerima pesan Paus lewat kartupos virtual, dan menciptakan jaringan sosial seputar Paus, kata Gereja
Namun Paus tidak mencantumkan profil pribadinya di Facebook karena Gereja ingin menjaga citra Paus sebagai pelayan ummat bukannya pemimpin ummat.
Aplikasi untuk Iphone memberi kesempatan kepada pengguna untuk memantau kegiatan Paus maupun pidato-pidatonya.
Gereja mengatakan langkah Paus itu merupakan penyesuaian dengan abad 21 agar komunikasi dengan ummat tetap berjalan lancar.
Setelah Youtube lalu kini Facebook, mungkin tinggal menunggu waktu sebelum Paus ke fase terbaru dalam berkomunikasi di dunia maya, Twitter.
Di masa lalu Paus Benediktus memperingatkan bahwa jejaring sosial di dunia maya bisa membuat orang menjadi obsesif dan mengasingkan diri. [bbc/cha/www.hidayatullah.com]
Read More...
Selasa, 26 Mei 2009
Jumat, 22 Mei 2009
SALAM JIHAD UNTUK PARA PEJUANG DAKWAH KAMPUS
Mari! Marilah berpikir sejenak. Marilah merenungi tentang dakwah dan pergerakan. Mari luangkan waktu memikirkan Islam yang suci. Demi dakwah dan jamaa'ah, buanglah kesibukan duniawi. Raih keridhaanNya dengan berbuat lebih, lebih, dan lebih banyak lagi…
Dakwah kampus! Ikhwatifillah, kita adalah mahasiswa. Takdir kita adalah mahasiswa. Dakwah kampus adalah keniscayaan untuk kita. Pilihan Allah telah terjadi atas diri kita, menurut Allah kita adalah orang yang tepat untuk bekerja mensukseskan proyek Allah di kampus ini.
Pekerja?
Kita adalah pejuang yang bekerja, pekerja yang berjuang untuk Islam. Perjuangan itu adalah pengorbanan sebagaimana banyak yang berkata, pengorbanan untuk agama yang haq hingga akhir hayat. Itulah jalan kita…jalan yang pernah dilalui oleh para Nabi dan Rasul Allah.
Pengorbanan?
Pengorbanan…, tidak semudah mengucapkan katanya. Pengorbanan artinya ada yang dikorbankan. Tahap awal pengorbanan harus melalui dari 'mulai dari diri sendiri'. Singkat kata : Pengorbanan membutuhkan tekad kita untuk berkorban…DIRI KITA TERKORBANKAN ke dalam perjuangan dakwah.
Seperti apa?
Seperti apa kita harus berkorban. Terlalu banyak, terlalu banyak bila diuraikan. Minimal kita mampu berkorban untuk diri sendiri. Mengorbankan waktu-waktu kita untuk meng'hidup'kan Islam. Ada waktu kuliah yang sedikit terganggu, kegiatan pribadi yang mungkin terpinggirkan…Minimal itulah sederhananya pengorbanan kita.
Ikhwatifillah, pertemuan kita di dalam tulisan ini. Izinkan mata hati kita melirik perjuangan kita untuk dakwah kampus. Lirikan tajam menuju dakwah kampus yang massif. Pandangan serius mengevaluasi kerja-kerja dakwah kita. Mempertahankan perjuangan generasi saat ini dan melirik generasi pengganti. Itulah hakikat pergerakan kita…
Hakikat?
Ya, itulah hakikat dakwah…Dakwah kaderisasi dan regenerasi adalah kepastian. Penglihatan seorang kader berkualitas adalah penglihatan yang visioner. Pasti, visioner dalam mem'follow-up'i setiap kerja-kerja dakwah. Tentu, kita lebih dahulu mengevaluasinya.
Sejauh mana?
Sejauh mana kita telah memberi yang terbaik? Pertanyaan sederhana yang cukup mencemaskan kebanggaan jiwa… Bila ada suatu pengakuan bahwa kita adalah pejuang dakwah kampus saat ini maka pastikanlah bahwa ini bukanlah karena kita.
Kita adalah produk dakwah kaderisasi para pejuang sebelum kita. Kita hadir di sini, bersama bertemu menggalang kekuatan, berjuang dengan kumpulan semangat berapi-api…Semuanya bukanlah hasil kerja kita. Kita ada di sini sebagai hasil kerja generasi sebelum kita. Bukti sederhana bahwa mereka telah bekerja dengan baik?
Lalu, kerja kita mana?
Usikan hati yang terdesak oleh sebuah pertanyaan mungil…
Kerja kita mana? Kerja kita adalah generasi setelah kita. Lihat saja dan perhatikan kualitas generasi pejuang setelah kita. Perhatikan seksama semangat mereka, tidak hanya kualitas tetapi kuantitas juga diperlukan…
Intinya apa?
Intinya terletak pada kualitas kerja kaderisasi dan regenerasi yang kita lakukan. Tampilan produk generasi pengganti mencerminkan kesuksesan perjuangan, pengorbanan, dan segala sesuatunya yang pernah kita rintis…
Mengakhiri ucapan salam jihad ini, sekedar mengutip kalimat populer aktifis dakwah kampus demi menyemangati kita kembali…”dan dakwah kampus begitu indah”… keindahannya mempesona mengibaskan hawa segar untuk triple area hidup kita, mempesona terhadap akal kita, mempesona terhadap ruh dan jasad kita. ***
oleh: JHD (Jul Hasratman Daeli), Penulis lepas MCD FSLDK SUMBAR.
sumber: www.fsldkn.org
Read More...
Dakwah kampus! Ikhwatifillah, kita adalah mahasiswa. Takdir kita adalah mahasiswa. Dakwah kampus adalah keniscayaan untuk kita. Pilihan Allah telah terjadi atas diri kita, menurut Allah kita adalah orang yang tepat untuk bekerja mensukseskan proyek Allah di kampus ini.
Pekerja?
Kita adalah pejuang yang bekerja, pekerja yang berjuang untuk Islam. Perjuangan itu adalah pengorbanan sebagaimana banyak yang berkata, pengorbanan untuk agama yang haq hingga akhir hayat. Itulah jalan kita…jalan yang pernah dilalui oleh para Nabi dan Rasul Allah.
Pengorbanan?
Pengorbanan…, tidak semudah mengucapkan katanya. Pengorbanan artinya ada yang dikorbankan. Tahap awal pengorbanan harus melalui dari 'mulai dari diri sendiri'. Singkat kata : Pengorbanan membutuhkan tekad kita untuk berkorban…DIRI KITA TERKORBANKAN ke dalam perjuangan dakwah.
Seperti apa?
Seperti apa kita harus berkorban. Terlalu banyak, terlalu banyak bila diuraikan. Minimal kita mampu berkorban untuk diri sendiri. Mengorbankan waktu-waktu kita untuk meng'hidup'kan Islam. Ada waktu kuliah yang sedikit terganggu, kegiatan pribadi yang mungkin terpinggirkan…Minimal itulah sederhananya pengorbanan kita.
Ikhwatifillah, pertemuan kita di dalam tulisan ini. Izinkan mata hati kita melirik perjuangan kita untuk dakwah kampus. Lirikan tajam menuju dakwah kampus yang massif. Pandangan serius mengevaluasi kerja-kerja dakwah kita. Mempertahankan perjuangan generasi saat ini dan melirik generasi pengganti. Itulah hakikat pergerakan kita…
Hakikat?
Ya, itulah hakikat dakwah…Dakwah kaderisasi dan regenerasi adalah kepastian. Penglihatan seorang kader berkualitas adalah penglihatan yang visioner. Pasti, visioner dalam mem'follow-up'i setiap kerja-kerja dakwah. Tentu, kita lebih dahulu mengevaluasinya.
Sejauh mana?
Sejauh mana kita telah memberi yang terbaik? Pertanyaan sederhana yang cukup mencemaskan kebanggaan jiwa… Bila ada suatu pengakuan bahwa kita adalah pejuang dakwah kampus saat ini maka pastikanlah bahwa ini bukanlah karena kita.
Kita adalah produk dakwah kaderisasi para pejuang sebelum kita. Kita hadir di sini, bersama bertemu menggalang kekuatan, berjuang dengan kumpulan semangat berapi-api…Semuanya bukanlah hasil kerja kita. Kita ada di sini sebagai hasil kerja generasi sebelum kita. Bukti sederhana bahwa mereka telah bekerja dengan baik?
Lalu, kerja kita mana?
Usikan hati yang terdesak oleh sebuah pertanyaan mungil…
Kerja kita mana? Kerja kita adalah generasi setelah kita. Lihat saja dan perhatikan kualitas generasi pejuang setelah kita. Perhatikan seksama semangat mereka, tidak hanya kualitas tetapi kuantitas juga diperlukan…
Intinya apa?
Intinya terletak pada kualitas kerja kaderisasi dan regenerasi yang kita lakukan. Tampilan produk generasi pengganti mencerminkan kesuksesan perjuangan, pengorbanan, dan segala sesuatunya yang pernah kita rintis…
Mengakhiri ucapan salam jihad ini, sekedar mengutip kalimat populer aktifis dakwah kampus demi menyemangati kita kembali…”dan dakwah kampus begitu indah”… keindahannya mempesona mengibaskan hawa segar untuk triple area hidup kita, mempesona terhadap akal kita, mempesona terhadap ruh dan jasad kita. ***
oleh: JHD (Jul Hasratman Daeli), Penulis lepas MCD FSLDK SUMBAR.
sumber: www.fsldkn.org
Read More...
alhamdulillah blog Insan cendikia ada....
alhamdulillah blog LDK Insan Cendikia sudah ada!!!
semoga Blog ini dapat menjadi media yang mendukung jalan da'wah kita.
kepada teman-teman yang ingin bertukar kabar, informasi atau ingin posting dapat menghubungi admin lewat e-mail:
semoga Blog ini dapat menjadi media yang mendukung jalan da'wah kita.
kepada teman-teman yang ingin bertukar kabar, informasi atau ingin posting dapat menghubungi admin lewat e-mail:
- ldkinsancendikia@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)