Sekarang coba amati catatan kesibukan kita.
Apakah ada agenda “bertemu dengan Allah” 5 kali setiap hari?
Apakah “perbincangan” dengan Allah kita agendakan 1 juz per hari?
Apakah dalam catatan kesibukan kita ada “reminder” untuk bertemu secara khusus saat orang lain terbuai dalam kenikmatan yang sejajar dengan tanah?
Padahal siapa yang menolong kita ketika akan terjatuh?
Siapa yang mendengar keluhan sekecil apapun kala orang lain menganggap itu hal biasa?
Siapa yang menegakkan kaki kita sehingga dapat berdiri dengan baik di hadapan orang lain?
Siapa yang….
Siapa yang…
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga lupa bahwa ada hari esok untuk direncanakan…
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga tak ingat bahwa ada yang terus memelihara nafas kita setiap saat
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga lebih gembira akan pujian manusia disbanding balasan dari Allah…
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga merasa senang mengerjakan sesuatu karena kesombongan?
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga tidak sempat memberi makanan pada ruh dan jasad kita?
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga malas untuk mencari tahu keinginan Allah?
Seberapa sibuk diri ini…,
Sehingga tenggelam dalam akal tanpa bimbingan Rasul…
Lihat kembali catatan kesibukan kita….
Lihat kembali catatan kesibukan kita….
Lihat kembali catatan kesibukan kita….
Atur kembali catatan kesibukan kita…, sekarang!!!
“Hanya orang-orang yang mementingkan Allah yang akan dipentingkan oleh Allah…”
(Al-Ankabut [29] : 69)
sumber : http://ceritadk.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar